Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat Terkesan Diskriminatif terhadap Media Online

Spotberita- Bandung. Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat ( BBPJB ), mengelar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025 yang dilaksanakan mulai dari tanggal 6-10 Oktober 2025, bertempat di Hotel Horison Ultima, Selasa,(07/10).
Dalam kesempatan itu hadir dari Perwakilan Kemendikdasmen RI , Walikota Bandung H.M.Farhan Memberikan sambutannya ia menyoroti hilangnya 11 bahasa ibu dan jadi tugas kita bersana untuk memelihara bahasa ibu karena itu adanya interaksi antar personal.
Bahasa ibu sangat perlu bagi saya sebagai sarana komunikasi antar keluarga dan sesama dan harus bisa dipakai dalam sambutandalam era globalisasi banyak yang lupa pakai bahasa ibu karena nggak keren katanya.
Unesco sendiri tanggal 21 februari sebagai bahasa ibu sedunia dimana ini ditetapkan agar bahasa ibu tidak hilang.
Saya bangga kota bandung menjadi kota terpilih seperti acara ini FTBI yang diikuti SD dan SMP dimana pemerintah kota sangat memperhatikan bahasa sastra di mana ada satu tantangan di mana Bandung adalah yang paling sejuk, ungkapnya
Sementara itu Dr.Herwati Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menjelaskan yang hadir pada FTBI ini berasal dari 27 kabupaten/kota berjumlah 742 peserta jenjang SD sampai SMP, kami sangat senang di tahun ke-5 ini selalu semarak, Ungkapnya
Kami berharap selalu mendapat dukungan dari Pemerintah daerah 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, pada kegiatan FTBI ini dalam pelaksanaan dilombakan ada 7 jenis lomba dan para siswa SD maupun SMP sangat antusias mengikuti kegiatan FTBI,.
Dan dia mengucapkan terima kasih atas dukungan untuk dapat melaksanakan FTBI kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat tahun 2025, sebagai rangkaian kegiatan revitalisasi bahasa dan salah satu program pengembangan bahasa dan terkait pelestarian bahasa, pungkas Herwati
Kegiatan FTBI ini sebetulnya berlangsung sangat meriah , akan tetapi Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat sangat mengecewakan awak media online yang melakukan tugas peliputan, hanya membatasi 10 media saja yang diapresiasi sedangkan, kami 5 Awak media hanya bisa gigit jari.

Sebetulnya kegiatan FTBI dari Pihak BBPJB lebih bijak menyikapi awak media online dan kegiatan FTBI ini harus diketahui oleh Publik, sehingga terkesan kegiatan FTBI hanya boleh diliput oleh media yang diundang saja , dan terkesan diskriminatif terhadap awak media online.
Setelah dikonfirmasi Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat Dr.Herawati menjelaskan bahwa kami hanya mengundang 10 media saja, dan itu sudah sesuai SOP, diluar itu kami tidak bertanggung jawab, tegas Herawati
[Spotberita/Dadang Yudi]




